Pages

Showing posts with label Resep. Show all posts
Showing posts with label Resep. Show all posts

Wednesday, 14 October 2015

Udang Berselimut Tepung

Mencari cemilan yang sesuai dengan selera anak itu gampang. Tapi camilan yang sehat itu yang tak mudah. Beberapa cemilan pernah saya hadirkan di tengah-tengah keluarga tercinta. Satu yang sering adalah udang goreng tepung.
udang berselimut tepung
Udang kaya akan kalsium dan protein namun rendah energi. Berkolesterol maka konsumsilah udang dalam batas yang wajar. Daging udang memang sudah enak. Hanya digoreng biasa saja sudah enak. Apalagi bila dipadu padankan dengan bumbu-bumbu yang lezatos. Tambah makyuss. 

Hanya saja udang goreng tepung buatan saya tidak bisa digunakan sebagai pendamping nasi. Karena setelah menggoreng usai, udang goreng tepung di piring kaca pun selesai. :D

Iya, anak-anak saya suka sekali dengan panganan yang berbahan baku dari udang. Gara-gara udang terjadilah accident entah lucu atau justru memalukan. 

Kejadian itu terjadi ketika anak pertama saya masih berusia batita. Saat itu kami tengah bermain ke rumah tetangga. Kebetulang sang tetangga sedang makan siang dengan lauknya udang goreng. Udang galah yang diolahnya hanya bertaburkan garam. Minim bumbu. Tapi aroma yang dikeluarkan sunguh menggoda. Entah kenapa tiba-tiba saya pergi ke dalam rumah kawan saya itu. Dan meninggalkan si sulung di depan bersama nasi dan si udang goreng di sebuah piring. Dan ketika saya kembali ke halaman rumah si pemilik rumah, saya dikejutkan dengan hal yang diluar perkiraan saya. 

"El, roro ngambil udangku. gak papa sich, tapi lain kali bilang dulu ya Ro." 

Aduh malu-maluin kan. :(((

Semenjak itu saya kerap menggoreng udang. Bukan untuk laut tapi untuk cemilan anak-anak. Berikut bahan dan cara membuatnya.

Bahan-bahan :
- 1/2 kg udang galah uluran sedang
- tepung
- merica
- garam

Cara membuat : 
- Buang kepala, ekor dan kulit udang. Belah bagian punggung dan buang kotoran yang ada di dalamnya.
- Siapkan adnan tepungnya dengan memberi air sedikit demi sedikit beri garam dan merica secukupya.
- Lumurkan udang dengan adonan tepung lalu goreng higga warna kuning kecoklatan.
- Udang berselimut tepung pun siap disajikan.

Satu lagi cemilan favorit anak-anak saya adalah udang goreng berselimutkan tepung roti. Lain kali saya akan bahas itu di sini juga. Dan semoga mini tulisan kali ini bisa bermanfaat.

Sop Ayam Minim Bumbu Tanpa Penyedap

Pada tahu-tahun awal pernikahan saya belum paham memasak. hehe. Namun seiring waktu ketrampilan memasak kian terasah. Kisah masak memasak ini dimulai ketika saya dan keluarga pindah ke pulau Borneo. Di sana beberapa harga bisa berkali-kali lipat dari harga barang di tanah Jawa. Sehingga pengeluaran kami pun otomatis lebih besar dari biasanya.

Memasak adalah cara tepat dalam membatasi pengeluaran keluarga kecil saya. Masalahnya ketika kami tinggal di Samarinda saya benar-benar belum pernah memasak apa pun. Dulu saya pernah mencoba menggoreng tempe. Tempe saya potong-potong sedikit tipis. Setelahnya tempe saya rendam dalam air bergaram. Setelah sekian lama direndam tempe pun saya goreng. Lalu tempe disajikan dalam piring kaca, Warna tempe sesuai dengan yang saya harapkan. Saya pun antusias donk dengan hasil memasak saya. Tanpa menaruh curiga tempe langsung saya sikat. Sayang tempe hanya bertahan sebentar di mulut saya. Selebihnya tempe goreng itu berakhir pada tempat sampah. Kasian.

Itu kegagalan pertama saya. Pelajaran yang saya dapat dari kejadian tempe tersebut adalah satu sendok makan garam itu terlampau banyak bila digunakan untuk air rendama tempe. Ya, garam cukup seujung sendok saja. Tak heran tempe goreng saya rasanya sangat asin.

Lalu ketika suami saya ditugaskan di pulau Kalimantan. Memasak menjadi hal baru bagi saya. Tak ada satu pun menu yang saya paham. Untungnya saya meiliki ibu kos yang baik hati. Dari beliaulah saya belajar memasak. Resep pertama yang saya coba adalah sop ayam. Bahan-bahannya mudah ditemukan. Bumbunya pun tak banyak. Dan satu lagi, sop ayam yang diajarkan beliau tidak menggunakan penyedap. Untuk mendapatkan rasa hanya memainkan garam dan gula.
sop ayam
Sop ayam saya sangat sederhana tapi kaya gizi. Berikut sop ayam nan sederhana itu :

Bahan-bahan :
- 1/2 potong ayam ukuran sedang lalu potong-potong sesuai selera
- 5 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 buah wortel lokal, banyaknya wortel disesuaikan selera.
- satu buah kentang ukuran sedang, banyaknya kentang sesuaikan selera.
- 2 ikat seledri
- 1 batang daun bawang
- 1/2 buah biji pala
- merica secukupnya
- garam secukupnya

Cara memasak :
- Rebus 2 liter air. setelah mendidih masukan ayam yang telah dibersihkan lalu beri biji pala.
- Daging ayam telah matang masukkan wortel yang telah dipotong-potong. 
- Masukkan kentang ketika dirasa wortel telah sedikit empuk.
- Tumis bawang merah, bawang putih yang telah diiris.
- Masukkan daun bawang potong kasar dan seikat seledri.
- Beri garam, gula dan merica.
- Sop ayam siap dihidangkan.

Bahan, bumbu dan caranya sangat sederhana jadi mudah sekali bila untuk dipraktekkan. Memasak tidak hanya menghemat pengeluaran tapi juga menjamin kesehatan keluarga tetap terjaga. :))

Saturday, 10 October 2015

Randang Ciek Uda!!!

"Darah Minang namun besar dirantau. Itulah saya. Bahasa minang memang tak cakap, namun tradisi memasak rendang pada waktu-waktu tertentu tak hilang begitu saja."


Rendang menjadi menu wajib ketika hari raya tiba. Atau menjadi hidangan istimewa ketika kembali berkumpul bersama keluarga di kampung. Dan menjadi bekal yang tepat ketika harus menempuh perjalanan jauh dan memakan waktu berhari-hari.

Sejarah Rendang

Masakan nusantara memililki sejarahnya sendiri-sendiri. Banyak faktor pembentuk cita rasa kuliner yang ada di pelosok-pelosok negeri. Salah satunya letak geografis negeri ini yang diapit oleh Benua Asia dan Benua Australia dan diantara Samudera Hindia dan Samuder Pasifik menjadikannya sebagai posisi strategis untuk perniagaan. Tempo dulu Sumatera Barat menjadi salah satu jalur rempah yang wajib dilewati oleh negara-negara yang terlibat dalam jual beli antar bangsa ini. 

Kedatangan bangsa lain ke ranah minang turut memberi andil dalam perkembangan kebudayaan atau pun tradisi orang Minang. Dengan keikutsertaan bangsa India dan Arab dalam dunia perniagaan di masa silam meninggalkan jejak pada bumbu dan cita rasa masakan Minang. Terutama India yang terkenal dengan hidangannya nan kaya akan rempah memberi warna tersendiri bagi kuliner Minangkabau. Konon karena itulah masakan Minang sangat kental dengan bumbu dan rempah-rempah yang menyengat, menusuk hidung serta menguarkan aroma yang menggoda. Dan satu yang populer hingga manca negara adalah rendang.

Bila bicara sejarah rendang, Prof. Dr. Gusti Anan sebagai sejarahwan dari Universitas Andalas memiliki pandangannya sendiri. Menurut beliau keberadaan rendang ada sejak abad ke 16. Ramainya Bandar Malaka sebagai pusat perdagangan pada abad ke 15 dan 16 menjadikan Malaka sebagai tujuan merantau banyak orang. Termasuk orang Minangkabau yang memang terkenal dangan budaya merantaunya. 

Dulu jalur transportasi yang digunakan adalah sungai. Membelah sungai untuk sampai ke Bandar Malaka memakan waktu yang tidak sebentar. Sementara sepanjang perjalanan makanan sukar ditemukan karena tidak adanya perkampungan yang dapat disinggahi. Maka dicarilah cara membuat bekal yang tahan hingga berhari-hari bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Akhirnya rendang pun ditemukan dengan memasak daging berkuah santan dan bertaburkan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah lalu dikeringkan hingga warnanya berubah menjadi hitam.

Filosofi di Balik Hitamnya Rendang

Dibalik hitamnya rendang terdapat filosofi yang dapat menggambarkan masyarakat Minangkabau secara utuh. Pertama, daging (dagiang) diidentikkan dengan niniak mamak yaitu sebagai petingi adat. Kedua, kelapa (karambia) menggambarkan sebagai kaum terpelajar (cadiak pandai).Ketiga, Cabai (lado) dikaitkan dengan alim ulama yang berani berkata tegas dan pedas seperti rasa cabai. Dan yang keempat, bumbu-bumbu (pemasak) mewakili masyarakat minang pada umumnya yang menjalankan fungsinya sebagaimana peran masing-masing.

Kandungan Bahan-Bahan Rendang

Bumbu-bumbu alami yang digunakan pada rendang bersifat sebagai antiseptik yang mampu membunuh bakteri patogen dan berfungis sebagai pengawet alami. Selain itu bawang merah, bawang putih, jahe dan lengkuas memiliki antimikroba yang cukup kuat. Didukung dengan proses memasak yang lama membuat rendang kering dan memiliki kadar air yang rendah. Maka tak heran bila rendang dapat bertahan lama hingga berminggu-minggu.

Berikut informasi rincian kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gr rendang.
Jumlah kandungan energi = 193 kkal
Jumlah kandungan protein = 22,6 gr
Jumlah kandungan lemak = 7,9 gr
Jumlah kandungan karbohidrat = 7,8 gr
Jumlah kandungan kalsium = 474 mg
Jumlah kandungan fosfor = 211 mg
Jumlah kandungan zat besi = 14,9 mg
Jumlah kandungan vitamin A = 69 IU
Jumlah kandungan vitamin B1 = 0,12 mg
Jumlah kandungan Vitamin C = 0 mg

Kini rendang telah mendapat pengakuan dari dunia. Masakan asal Sumatera Barat ini dinobatkan oleh CNN Internasional sebagai makanan terlezat diantara 50 hidangan terlezat dunia ( World's 50 Most Delicious Foods )

Bahan-Bahan dan Cara Memasak

Ada beberapa tahapan memasak yang wajib dilewati bila rendang ingin sempurna.
Pertama, gulai. Pada tahap ini santan masih sangat encer namun daging sudah masak dan dapat dimakan.
Kedua, kalio. Kuah santan sudah mulai mengental dan warna pun berubah coklat. Tapi pada tahap ini belum bisa dikatakan rendang. 
Ketiga, rendang. Untuk mencapai tahapan rendang disarankan menggunakan api kecil. Pada tahap ini diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam mengaduk rendang agar warna hitam mencapai sempurna dan bentuk daging tidak hancur.

Bahan yang diperlukan :
1. 1 kg daging sapi, pilihlah yang rendah lemak lalu potong sesuai selera
2. 3 butir kelapa ukuran besar
3. 1/4 kg kentang baby, bersihkan kentang baby dengan sisa ampas kelapa

Bumbu-bumbu yang dihaluskan :
1. 15 siung bawang merah
2. 7 siung bawang putih
3. 1 ons cabai merah
4. 2 ruas jahe dikupas lalu bersihkan
5. 3 ruas lengkuas
6. 1/4 butir pala
7. 1 sdt merica
8. 2 sdt ketumbar sangrai
9. 3 buah kemiri
10. 1/4 sdt jinten

Pelengkap :
1. 2 batang serai
2. 2 lembar daun kunyit diikat
3. 5 lembar daun jeruk

Cara Memasak :
1. Rebus santan beserta bumbu yang dihaluskan dan bahan pelengkap. Aduk terus hingga mendidih.
2. Setelah santan mendidih masukkan daging yang telah dipotong-potong lalu sekali-kali diaduk.
3. Setelah kuah berkurang masukkan kentang baby dan aduk sekali-kali agar daging tidak hancur.
4. Kecilkan api dan aduk sekali-kali agar rendang tidak gosong di dasar wajan hingga kuah kering hingga minyak keluar. Rendang siap setelah warna telah berubah hitam.

Sebagai urang awak saya turut bangga terhadap predikat yang disandang oleh rendang. Memasaknya memang membutuhkan waktu yang lama. Sabar, sabar dan sabar dalam mengolah rendang sangat diperlukan agar warna hitamnya bisa sempurna. Karena bukan rendang namanya bila warnanya tidak hitam.[*]

#Jelajah Gizi



Bahan bacaan :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Rendang
2.http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-rendang-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html

Sunday, 20 September 2015

Sambal Goreng Tempe

Sambal goreng tempe salah satu masakan yang kerap saya olah ketika tempe adalah bahan yang digunakan. Tempe bisa diolah dengan banyak rupa. Sebut saja tempe goreng kering, tempe goreng tepung, tempe mendoan, orak arik tempe, tempe bacem, tempe penyet dan sebagainya. 

Olahan tempe biasanya diidentikkan dengan masakan yang berasal dari tanah Jawa. Doyan makan tempe, saya pun mendapat julukan "anak orang Jawa". Mungkin memang benar setiap ucapan itu adalah doa. Karena setelah sekian lama label "anak orang jawa" melekat pada diri saya. Doa itu pun berakhir dengan pernikahan saya dengan suami yang berdarah Jawa. Kini sepuluh tahun sudah saya menjadi isteri orang jawa. Bisa jadi tempelah yang menjadi benang merahnya. Hehe... 


Kesan "anak orang Jawa" ini tampaknya tak bisa luntur meski sudah berstatus sebagai seorang ibu. Kegemaran makan tempe memang tak bisa dihilangkan. Sebagai penguasa dapur kesempatan lidah merasakan butiran-butiran kedelai yang difermentasi terbuka lebar. Pada akhirnya setelah beberapa kali meramu tempe yang dipadu padankan dengan sambal saya pun mendapat cara memasak yang sesuai dengan selera. 

Dulu tempe kerap dianggap remeh bahkan namanya dijadikan istilah yang ditujukan untuk merendahkan. "Mental Tempe" atau pun "Kelas Tempe" lahir karena nilai beli tempe yang dianggap makanan murah meriah. Meski harga yang dilekatkan rendah namun jangan salah tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikan bebas, sehingga dapat mencegah proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes militus, kanker, dll). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, hipertensi dll. (sumber)

Murah namun kaya gizi jadi tak heran bila Jepang pun turut berinovasi dalam membuat sebuah kudapan dengan bahan dasar dari tempe. Bila negeri sakura memiliki peradaban yang jauh lebih matang dari kita. Maka melalui tempe bisalah kita berbangga diri bahwa negeri tercinta ini telah mengenal makanan murah meriah nan kaya gizi lebih dulu dari mereka . :)

Nah, bagi saya tempe menjadi jawaban ketika uang bulanan dari suami mulai menipis. Selain murah kaya gizi pula. Di dukung dengan sedikit keahlian memasak jadilah sambal tempe goreng menu favorit di keluarga. Cara buatnya pun gampang. Yang perlu disediakan adalah: 

  • Tempe
  • Cabai merah keriting
  • Bawang merah
  • Tomat
  • Garam
  • Gula
  • Daun jeruk
Cara membuatnya :


  1. Cuci tempe lalu iris sesuai selera. Saya lebih suka dipotong dengan bentuk dadu ukuran mini.
  2. Goreng tempe. Inipun tergantung selera, saya lebih suka sedikit lebih kering. Setelah itu tiriskan dari minyak.
  3. Bersihkan cabai, tomat, bawang merah setelah iris tipis-tipis dan goreng sebentar agar cabai dkk mudah dilembutkan oleh cobek.
  4. Tumbukan cabai telai siap segera goreng cabai dengan api kecil dan beri garan serta daun jeruk. Daun jeruk berfungsi untuk memberikan kesan aroma jeruk nan segar.
  5. Sambal goreng matang segera masukkan tempe yang telah digoreng. Aduk-aduk hingga cabai membungkus setiap potongan tempe kemudia angkat.
  6. Sambal goreng tempe pun siap dihidangkan.
Memasak menjadi mudah dan menyenangkan ketika kita memang menyukainya. Sambal goreng tempe ini memang sederhana namun kaya gizi dan yang pasti terbebas dari MSG donk. :)) 

Thursday, 6 August 2015

Sambal dalam Tumbukan Cobek


Sambal.

Makan terasa kurang lengkap bila tidak ada sambal. Lauk pauk boleh saja melimpah tapi tanpa sambal rasanya selera pun enggan tergugah. Dan itu tidak terbatas pada sambal-sambal tertentu saja. Semua yang pedas-pedas dapat meningkatkan nafsu makan menjadi gila. Entah itu sambal ijo, sambal goreng, sambal terasi, sambal kecap atau sekedar beberapa cabai rawit pun jadilah. 

Sariawan lalu makan sambal yang super pedas? Amboi betapa nikmatnya. Meleleh langsung tuch sariawan. Sariawan? Saya kan rajin makan sambal. Hehe.

Tapi cabai memang dipercaya memiliki kandungan vitamin c yang tinggi lho. Untuk memastikannya coba dech cari tau dengan menggali info di mesin pencari. Kamu akan menemui banyak artikel tentang itu. Selain kaya manfaat cabai bila diolah dengan baik dan benar memiliki cita rasa yang mantap. Salah satunya yaitu tadi SAMBAL.

Tapi gampang-gampang susah juga sich membuat sambal yang sesuai dengan selera. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar diperolehlah sambal yang mak-nyus. Sambal yang berkualitas itu yang memiliki aroma menggoda hanya dengan mencium sekilas saja sudah memancing air liur keluar secara otomatis. 

Membuat sambal dengan bahan-bahan yang segar sudah pasti memberikan hasil yang lebih memuaskan donk. Bila cabai yang digunakan sudah layu, bawang sudah sedikit membusuk tentu akan mempengaruhi kualitas sambal. Nah, untuk mendapati sambal dengan rasa yang kuat pastikan kesegaran bahan-bahan yang akan digunakan. Itu poin pertama yang perlu diingat.

Kini pikirkan cara menghaluskan bahan-bahan tersebut. Saya tahu cara praktis yang kamu pikirkan. Menggunakan blender memang lebih gampang tinimbang melembutkan cabai-cabai itu dengan sebuah cobek. Hanya saja cita rasa yang dihasilkan mungkin tidak akan sama. Bisa sich menggunakan blender dengan trik-trik tertentu sehingga hasil olahannya tidak kalah nikmat dengan tumbukan batu giling. Tapi masalah itu akan dibahas di postingan yang lain. Sekarang saya lagi doyan menggunakan si cobek yang baru dibeli beberapa minggu yang lalu.

Menumbuk cabai menggunakan cobek tampaknya memang sedikit lebih sulit. Tidak sepraktis seperti kerjan si blender. Hasil dari percakapan sesama kaum hawa menumbuk cabai menggunakan batu giling dapat dilakukan kiat-kiat jitu yang bisa memudahkan prosesnya. Beberapa sudah pernah saya coba praktekkan. Satu cara favorit saya adalah dengan mengiris bahan-bahan pembuat sambal. Cukup irisan kasar. Lalu goreng semua bahan tersebut dengan api kecil. Aroma wangi yang tercium menunjukkan mereka telah siap untuk ditumbuk. Tumbukan jauh lebih mudah setelah semua bahan digoreng. Sampai di sini hasil tumbukan bisa dilanjutkan dengan kembali digoreng atau disudahi pun tetap enak hasilnya.

Saat ini di rumah saya kerap menyajikan sambal dengan bahan-bahan sederhana. Cukup dengan tiga macam saja sudah bisa menjadi pelengkap sempurna. Cabai, bawang merah dan tomat. Jangan lupa garam dan lupakan penyedap. Tanpa itu rasa sambal akan tetap enak kok. Dan cobek lebih sering saya gunakan. Karena saya sudah memiliki cara yang pas dalam menyajikan sambal andalan. Blender untuk sementara diabaikan. Selain hemat listrik juga hemat biaya. Dan ingat listrik yang kita gunakan tidak terdapat di alam bebas lho. Jadi hemat-hematlah dalam penggunaannya. Dan cobek, hoho alat satu ini memang keren. :)

Monday, 13 July 2015

Jagung Manis Rebus Tabur Keju dan Susu (JaMan TaKeSu)

Berbukalah dengan yang manis-manis.

Bangun tidur setelah matahari naik tinggi. Semalam lelah begadang setelah menulis artikel untuk genjot traffic blog. Sahur tak sempat, subuh pun hampir lewat. Di bulan Ramadhan seharusnya ibadah yang ditingkatkan, bukannya jam tidur yang diperpanjang. Puasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.

Ya bangun tidur yang kesiangan. Cuci muka sebentar lalu langsung cabut ke pasar. Menggunakan sepeda motor kebanggaan bersama anak-anak kesayangan. Melaju di jalanan berlubang membuat laju motor sedikit bergoyang. Bangun tidur memang sudah kesiangan. Membuat otak sedikit kewalahan memikirkan bahan apa yang akan diolah menjadi santapan.

Bangun memang sudah kesiangan. Maka tak heran bila di pasar tak banyak pilihan. Sedikit obrolan dengan penjual sayuran memberi jawaban. JaMan TaKeSu. Jagung Manis Rebus Tabur Keju dan Susu adalah saran yang diberikan. Dan menu tersebut menjadi pilihan untuk berbuka puasa ketika maghrib tiba.

Begini, memang cara mengolah jagung ala tukang sayur tersebut tidak lazim saya lakukan. Biasanya saya akan merebus jagung setelah bulir-bulir jagung terlepas dari bonggolnya. Atau dengan membeli jagung manis pipilan. Tapi baiklah khusus kali ini saya akan mencaoba cara yang disarankan penjual sayur. Meski benak saya mengatakan bahwa caranya sedikit tidak mudah. Tapi tak jadi masalah. 
dok. pribadi

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat JaMan TaKeSu ala ibu tukang sayur tersedia semua di pasar. Bila kamu berminat, maka kamu hanya perlu menyiapkan : 

  • Jagung Manis 
  • Susu kental manis
  • Mentega
  • Keju
  • Sambal
Caranya pun cukup mudah, tidak terlampau sulit. Kesulitan ada ketika melepaskan bulir-bulir jagung dalam kondisi jagung baru diangkat (panas). Maka saran saya lepaskan saja bulir-bulir jagung tersebut baru kemudia direbus. Atau untuk ringkasnya beli saja jagung manis pipilan. Itu jauh lebih mudah dan ringkas. Oke kita kembali ke JaMan TaKeSu ala ibu tukang sayur. Caranya :
  • Rebus jagung setelah jagung dibersihkan. 
  • Tiriskan jagung lalu segera lepaskan bulir-bulir jagung dari bonggolnya. Sudah saya perkirakan cara ini akan terasa lebih sulit. Sengaja saya coba karena memang akan dijadikan bahan artikel dari D'cobek.
  • Setelah bulir-bulir jagung terlepas, berilah mentega secukupnya dan susu kental manis secukupnya pula. Lalu aduk hingga rata.
  • Bila kamu suka pedas tambahkan sambal sesuai selera lalu aduk hingga rata.
  • Terakhir taburkan serutan keju di atasnya.
  • JaMan TaKeSu siap dihidangkan.
Ya, caranya memang tidak biasa. Tapi bukan saya bila tidak bandel untuk tetap mencobanya. Eh tapi tahukah kamu bila jagung memiliki banyak manfaatnya lho. Merupakan hasil penelusuran saya dari mesin pencari ternyata ada delapan manfaat yang bisa kita temukan dalam jagung manis yang saya konsumsi beberapa hari yang lalu, diantaranya :
  1. Meningkatkan kesehatan penglihatan.
  2. Meningkatkan daya ingat. 
  3. Mencegah masalah jantung.
  4. Mencegah kanker paru-paru. 
  5. Meningkatkan kekuatan tulang.
  6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  7. Mengatasi anemia.
  8. Menurunkan kolesterol.
Wah, kudapan favorit saya ini ternyata selain lezat juga banyak manfaatnya. Jagung manis hanya direbus saja sudah nikmat. Apa lagi bila diolah dalam aneka rupa jenis masakan. Hm, coba saya ingat-ingat kudapan apa saja yang menggunakan jagung ya. Hei ada sop jagung manis yang nikmat bila disantap saat hangat, atau perkedel jagung yang gurih menggoda, tapi jagung bakar aneka rasa pun enak atau bolu jagung. Kalau yang terakhir tampaknya sedikit lebih ribet ya. Tapi bila memang gemar memasak itu tidak menjadi kedala kan?

Oke, setelah mengetahui banyaknya manfaat dan nikmatnya olahan dari jagung ini. Rasanya saya perlu menyediakan beberapa bungkus jagung manis pipilan dalam kulkas saya. Jadi bila ingin membuat kudapan seperti JaMan TaKeSu atau yang lainnya, saya tidak perlu repot-repot seperti resep di atas. Meski bukan resep andalan tapi bagi kamu yang ingin mencobanya, saya ucapkan selamat mencoba. Tapi bila merasa terjebak dengan tulisan ini ya maafkan saja. :D